Sabtu, 08 Desember 2018

Pengenalan dan Aktifitas Jurusan Manajemen Pendidikan Dalam Dunia Kampus

                         


                      
Jurusan manajemen pendidikan merupakan salah satu jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Gorontalo yang mempelajari ilmu tentang  bidang perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan aset, infrastruktur, dan jalannya proses pendidikan. Para mahasiswa program studi ini akan mendapatkan pembelajaran dan pelatihan di bidang manajemen pendidikan, dari teori, praktek, sampai penelitian. Mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan juga mempelajari kebijakan pendidikan, manajemen dan pengembangan SDM, manajemen keuangan, teknologi informasi, dan pengembangan kurikulum.
Adapun yang dipelajari dalam manajemen pendidikan ada 153 sks dengan 56 mata kuliah wajib antara lain :
1.        Manajemen SDM
2.        Manajemen Keuangan/Pembiayaan Pendidikan
3.        Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat
4.        Manajemen Peserta Didik
5.        Manajemen Sarana dan Prasarana
6.        Manajemen Kearsipan
7.        Manajemen Perpustakaan
8.        Manajemen Kurikulum dan Program Pembelajaran
9.        Manajemen dan TIK Perkantoran
10.    Manajemen Pendidikan Nasional
11.  Manajemen Diklat
12.  Manajemen Proyek
13.  Psikologi Manajemen Pendidikan
        dsb…

Karakteristik dan kompetensi lulusan  jurusan manajemen pendidikan memiliki kompetensi dalam: Mengelola kepegawaian, mengelola keuangan, mengelola sarana prasarana, mengelola hubungan sekolah dengan masyarakat,mengelola persuratan dan pengarsipan, mengelola kesiswaan, mengelola kurikulum dan mengelola organisasi atau lembaga pendidikan

Untuk berkarier di bidang pendidikan tidak harus menjadi guru di sebuah sekolah atau lembaga pendidikan, di jurusan manajemen pendidikan kamu bisa menjadi kepala sekolah, personalia, dan staf-staf tata usaha dan administrasi. Nah, profesi ini memang tidak langsung berhadapan dengan para siswa secara formal, melainkan lebih pada manajemen sekolah dan program-programnya. Selain di bidang pendidikan para manajemen pendidikan juga bisa bekerja dengan organisasi pemerintah untuk mengadakan penelitian di bidang pendidikan; misalnya mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan masa kini dan cara-cara penanggulangannya, ataupun menyusun kurikulum yang lebih berpotensi, serta merombak sistem edukasi yang lebih baik.

Mata kuliah Manajemen Pendidikan bertujuan agar mahasiswa dapat menerapkan konsep dasar manajemen pendidikan di sekolah. Ruang lingkup manajemen pendidikan yakni yang terdiri dari konsep dasar manajemen pendidikan, pengelolaan satuan pendidikan, kepemimpinan pendidikan, pengelolaan kurikulum, pengelolaan peserta didik, pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan biaya pendidikan, pengelolaan sarana prasarana, pengelolaan humas sekolah, dan pengelolaan kelas. Mahasiswa program studi manajemen pendidikan juga dituntut untuk terbiasa berpikir kritis dan taktis.

Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem pembelajaran langsung, penugasan terstruktur maupun tidak terstruktur. Diharapkan dengan sistem tersebut, mahasiswa mampu memahami kompetensi dasar yang hendak dicapai dan juga mampu mengaplikasikan pembelajaran dalam lingkup yang lebih nyata. Keaktifan, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran mutlak diperlukan. 

Dalam manajemen pendidikan bentuk kegiatan tugas perkuliahan meliputi dua bentuk yakni : 
1.  Tugas perseorangan maupun kelompok, yaitu membuat resume maupun makalah sesuai dengan pembagian poko bahasan, setelah itu mahasiswa mempresentasikannya untuk menguji pengetahuan dan melatih mahasiswa mempertahankan gagasannya didepan mahasiswa lain. Presentasi tersebut dilakukan didalam kelas.
2. Observasi, yaitu mahasiswa melakukan pemantauan langsung kelingkungan-lingkungan pendidikan membandibangkin hasil lapangan dengan teori yang telah didapatkan saat perkuliaahan. mahasiswa membuat laporan tentang hasil yang didapat dan mempresentasikannya didepan mahasiswa lain di dalam kelas 












Aspek-Aspek Manajemen Pendidikan



Supaya manajemen pendidikan dapat terarah dengan baik dan memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Dalam manajemen Pendidikan terdapat beberapa aspek, yaitu: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengawasan (Controling).

1.      Perencanaan
Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan mengerjakannya. Diketahui bahwa pada dasarnya membuat perencanaan itu menyangkut 5 W+I H (What, Who, Why, When, Where dan How) yang secara singkatnya akan dijelaskan sebagai berikut;
1. What   : Apa yang harus dikerjakan
2. Why    : Mengapa pekerjaan itu harus dilakukan
3. Who    : Siapa yang akan mengerjakan
4. When  : Kapan pekerjaan tersebut dikerjakan
5. Where : Dimana pekerjaan itu dilakukan
6. How    : Bagaimana cara mengerjakannya

       Untuk itulah dalam membuat sebuah perencanaan yang baik, seorang pemimpin harus benar-benar tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarnya dan bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin muncul di masa yang akan datang.  Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam membuat perencanaan membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil tidak lepas kaitannya dengan masalah yang dihadapi pada masa yang akan dating. keadaan yang akan datang dalam mencapai harapan, kondisi dan hasil yang akan datang. 

2.      Pengorganisasian
pengorganisasian merupakan proses pembagian kerja kedalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi.
Dengan demikian diketahui bahwa unsure-unsur dasar pembentuk organisasi ada beberapa yaitu pertama, Adanya tujuan bersama, kedua adanya dua orang atau lebih, ketiga adanya pembagian kerja yang jelas, keempat adanya kerja sama yang baik.

3.      Pelaksanaan
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.




4.      Pengawasan
Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yang sangat penting demi tercapainya tujuan organisasi. Supaya pengawasan yang dilakukan dapat efektif, maka haruslah terkumpul data-data dan fakta-fakta yang bersangkutan. Beberapa cara mengumpulkan fakta tersebut diantaranya;
a.      Peninjauan Pribadi. Dalam hal ini pemimpin mengadakan peninjauan (melihat sendiri) kegiatan          yang dilakukan oleh bawahannya berupa.
b.  Laporan tertulis. Disini pemimpin bisa melihat laporan pertanggungjawaban hasil kerja      bawahannya.
c. Laporan dan pengawasan kepada hal-hal yang bersifat istimewa, misalnya        ketika terjadi kekeliruan atau ketidakwajaran. 

Selain itu pengawasan juga diperlukan untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Ada tiga macam tipe pengawasan, yaitu:
1)  Pengawasan Feedforward control (Pengawasan Pendahuluan) dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar dan tujuan sebelum kegiatan diselesaikan.
2)    Pengawasan Concurrent control (Pengawasan Ya-Tidak) dirancang untuk mengetahui mana syarat atau prosedur yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kegiatan dilanjutkan.
3)      Pengawasan Feedback control (Pengawasan Umpan Balik) dirancang untuk mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan, menemukan penyimpangan-penyimpangan dari rencana dan standar yang telah ditentukan dan penemuan-penemuan baru yang akan diterapkan di masa yang akan datang. 







Senin, 03 Desember 2018

Manajemen Peserta Didik



A.
    Pengertian Manajemen

Secara etimologis, kata manajemen merupakan terjemahan dari management (Bahasa Inggris). Kata management sendiri berasal dari kata manage atau magiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya. Dalam pengertian manajemen, terkandung dua kegiatan ialah kegiatan berpikir (mind) dan kegiatan tingkahlaku (action). Sedangkan menurut Andrew F. Sikul manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber-daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.



    B.     Pengertian Manajemen Peserta Didik

Menurut ketentuan Undang-Undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Sedangkan manajemen peserta didik menunjuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik semenjak dari proses penerimaan sampai saat peserta didik meninggalkan sekolah karena sudah tamat mengikuti pendidikan pada sekolah itu. Adapun tujuan khusus dari manajemen peserta didik yaitu :

1.      Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan psikomotor peserta didik

2.      Menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum (kecerdasan), bakat dan minat peserta didik
3.      Menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan peserta didik
4.  Dengan terpenuhinya hal tersebut diharapkan peserta didik dapat mencapai kebahgiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut dapat belajar dengan baik dan tercapi cita-cita mereka.

Serta fungsi dari manajemen peserta didik secara umum adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualistasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi peserta didik lainnya.
                                                                                          
C.    Pendekatan Manajemen Peserta Didik
(Yaeger, 1949) yang dikutip oleh Ali Imron (2004), mengemukaakan bahwa ada pendekatan yang digunakan dalam Manajemen Peserta Didik yaitu pendekatan kualitatif (the qualitative approach) dan pendekatan kuantitafif (the quantitative approach). Pendekatan kualitatif menitikberatkan pada kesejahteraan peserta didik, dengan asumsi bahwa jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik dan merasa senang untuk mengembangkan di diri sekolah. Sedangkan pendekatan kuantitatif menitikberatkan pada segi administrasi dan birokratik lembaga pendidikan, dimana peserta didik diharapkan memenuhi segala tuntukan dan harapan lembaga pendidikan dengan asumsi bahwa apalagi peserta didik memenuhi aturan, tugas dan harapan yang diinginkan oleh lembaga pendidikan maka akan menjadikan peserta didik yang berjiwa matang dan tercapai segala harapannya.

D.    Ruang Lingkup Manajemen Peserta didik
Seperti telah dikemukakan bahwa Manajemen Peserta Didik adalah suatu pengaturan terhadap peserta didik dari mulai masuk sampai dengan keluar atau lulus sekolah, baik yang berkenaan langsung dengan peserta didik secara langsung maupun tidak langsung (misalnya pada tenaga kependidikan, sumber-sumber pendidikan, sarana dan prasana) Ruang lingkup Manajemen Peserta Didik maliputi :
1.      Perencanaa Peserta Didik
Perencanaan atau planning adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang akan dilakukan di masa mendatang, kapan, bagaimana dan siapa yang melakukannya. Adapun kegiatan dalam perencanaan peserta didik antara lain :
a.       Sensus sekolah
Sensus sekolah adalah suatu sarana atau kegiatan prinsip untuk mengumpulkan informasi yang berguna untuk perencanaan dalam berbagai kegiatan pada program sekolah (Atkinso, 1965). Menurut Calvin Greader (1981) fungsi khusus sensus sekolah adalah sebagai berikut :
1)      Penentuan kebutuhan program sekolah
2)      Penentuan bidang schoolattendace
3)      Pemberian fasilitas transportasi
4)      Perencanaan program pendidikan dan melayani kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan
5)      Membuat pesyaratan kehadiran dan undang-undang kerja bagi anak
6)      Menyediakan fasilitas pendidikan
7)      Menganalisis kemajuan daerah sekolah setempat
8)      Mengadakan pendaftaran terhadap sekolah privat
9)    Mendapatkan informasi dari berbagai macam kesejahteraan masyarakat, yayasan dan sebagainya.
b.      Penentuan Jumlah Peserta Didik Yang Diterima
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan yaitu :
1)      Ukuran sekolah
2)      Ukuran kelas
3)      Ukuran kelas ideal
4)      Rata-rata ukuran kelas
5)      Rasio murid dengan guru
6)      Daya tamping kelas dan sekolah

2.      Penerimaan  Peserta Didik
Penerimaan peserta didik baru sebenarnya adalah salah satu kegiatan manajemen peserta didik yang sangat penting. Adapun hal –hal yang dilakukan dalam penerimaan peserta didik meliputi :
a.       Kebijakan Penerimaan Peserta Didik
Kebijakan operasional penerimaan peserta diidk baru, memuat aturan menegenai jumlah peserta didik yang dapat diterima di suatu sekolah. Penentuan mengenai jumlah peserta didik, tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada di sekolah.

b.      Sistem Penerimaan Peserta Didik
Ada dua macam system penerimaan peserta didik baru. Pertama, dengan menggunakan system promosi adalah penerimaan peserta didik yang sebelumnya tanpa menggunakan seleksi. Sedangkan system seleksi ini dapat digolongkan menjadi tiga macam pertama, seleksi berdasarkan daftar nilai Ujian Akhir Nasional (UAN), yang kedua berdasarkan penelusuran minat dan kemampuan (PMDk), sedangkan yang ketiga adalah seleksi berdasarkan hasil tes masuk.

3.      Pengelompokkan Peserta Didik
Pengelompokkan lazim dikenal dengan grouping  didasarkan atas pandangan bahwa disamping peserta didik tersebut tersebut mempunyai kesamaan, juga mempunyai perbedaan. Maksud dari pengelompokkan agar membantu mereka agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Adapun jenis-jenis pengelompokkan peserta didik yaitu :
a.       Kelas
b.      Bidang studi
c.       Spesialisasi
d.      Sistem kredit
e.       Kemampuan
f.       Minat

4.      Kehadiran Peserta Didik
Kehadiran peserta didik di sekolah sangat penting, oleh karena itu kalau tidak ada peserta didik yang hadir di sekolah, aktivitas belajar-mengajar di sekolah tidak dapat dilaksanakan. Kehadiran peserta didik di sekolah adalah suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya interaksi belajar-mengajar. Yang dilakukan dalam hal ini yaitu :
a.       Rekap Kehadiran
Peserta didik yang hadir disekolah hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. Sedangkan peserta didik yang tidak hadir di sekolah dicatat dalam buku absensi.

b.      Faktor-faktor penyebab ketidakhadiran
Ada banyak sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik disekolah antara lain :
1)      Bersumber dari lingkungan
2)      Bersumber dari peserta didik itu sendiri
3)      Bersumber dari sekolah
4)      Brsumber dari masyarakat

5.      Pembinaan Disiplin Peserta Didik
Pembinaan disiplin peserta didik merupakan salah satu kajian dalam memahami manajemen peserta didik. Dalam pembinaan peserta didik dapat menganalisis tentang :
a.       Disiplin kelas
b.      Tahapan untuk membantu mengembangkan disiplin yang baik di kelas
c.       Penanggulangan pelanggaran disiplin
d.      Membentuk disiplin sekolah

6.      Kenaikan kelas dan Penjurusan
Kenaikan kelas merupakan cermin akhir evaluasi untuk menentukan keberhasilan siswa/siswa dalam proses belajar-mengajar selama satu tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk menduduki/mengikuti pelajaran pada satu tingkat kelas di atasnya. Sedangkan penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam pemilihan program pengajaran para siswa SMA, SMK dan MA. Dalam penjurusan ini, siswa diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik dirinya.

7.      Perpindahan Peserta Didik
Perpindahan peserta didik adalah proses perpindahan tempat pendidikan dari institusi sekolah yang satu dengan ke institusi ke pendidikan sejenis yang lainnya di wilayah RI. Dalam hal ini peserta didik harus memnuhi segala persyaratan yang ada pada sekolah dalam hal perpindahan peserta titik antara lain :
a.       Siswa tidak mempunyai masalah dengan pihak sekolah
b.      Mempunyai nilai yang memuaskan atau dinyatakan naik kelas
c.       Apabila nilainya jelek, maka siswa tersebut tetap bersekolah di tempat yang lama
d.      Perpindahan siswa harus mendapat persetujuan tertulis dari institusi pengirim

8.      Kelulusan dan Alumni
Penilaian oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran sesuai programnya sebagai bentuk transparansi, professional, dan akuntabel lembaga yag dilakukan dalam dua minggu. Dalam hal ini pun pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelenggarakan ujian nasional, yang dilaksanakan selama tiga hari. Hasilnya sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik. Sedangkan Alumni sebagai warga istimewa dan memiliki ikatan batin yang kuat dengan sekolah, diharapkan peran sertanya dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dimana mereka dahulu telah merasakan layanan jasa pendidikan, alumni sebagai salah satu pentaruh atau stakeholders sekolah tentu saja diharapkan memiliki peran dan memberikan kontribusi yang tidak kecil terhadap sekolah.

9.      Kegiatan Ekstrakulikuler
Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah yang dilakukan baik disekolah maupun di luar sekolah, dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakan dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia seutuhnya.
Ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang baik dan penting karena memberikan nilai tambah bagi para siswa dan dapat menjadi barometer perkembangan/kemajuan sekolah yang sering kali diamati oleh orangtua siswa maupun masyarakat. Dengan adanya kegiatan ekstra tersebut diharapkan suasana sekolah semakin lebih hidup.